Create your own Animation/a>>Create your own AnimationPhotobucketToko Buku Online
bisnis gratisan
Peluang Anda Menuju Sukses
MENERIMA PENDAFTARAN LOKET PEMBAYARAN RESMI LISTRIK, TELKOM, PULSA, DLL (PPOB). Silahkan SMS NO. HP, NAMA DAN ALAMAT ANDA Sekarang!!! Buku Best Seler: 8 Etos Kerja Profesional (Jansen),Kepemimpinan Kepala Sekolah(Wahyudi),Menjadi Kepala Sekolah yang Profesional(Mulyasa),Menjadi Guru Profesional(Mulyasa), Kemampuan Profesional Guru & Tenaga Kependidikan(Sagala), Profesionalisasi & Etika Profesi Guru(Danim), Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif(Trianto), Model-Model Pembelajaran Mutakhir(Isjoni), Analisa Data Penelitian Menggunakan SPSS(Sarwono). Ingin pesan minimal 3 buku dgn judul yang berbeda

Sabtu, 21 Mei 2011

Untukmu Peserta Didikku

Banyak orang yang mengatakan hidup ini akan sangat menyenangkan jika tidak perlu pakai kerja. Semua dapat berjalan dan tersedia dengan sendirinya.
        Tentunya anda masih ingatkan, salah satu lirik lagu yang sangat inspiratif pada tahun 1990-an dari salah satu grup musik di tanah air kita yang menyatakan : “ Andai Aaaa, Aaaaa, Aaaaa. Nggak Usah Pakai Kerja.”Lagu tersebut sangat populer dan bahkan hingga kini masih disenangi oleh banyak remaja di tanah air.
        Filosofi hidup seperti lagu tersebut mungkin dianut oleh anak-anak yang memiliki orang tuanya yang berkecukupan dari segi material dan bersifat memanjakannya. Sang orang tua memanjakan anaknya dengan memenuhi segala kebutuhan hidup si anak, dan si anak menikmati dan mengapresiasikan bahwa hidup seperti itu. Anak seperti itu tidak memahami bagaiman susahnya mencari uang dan pekerjaan.
        Hakekatnya sebenarnya dari lirik lagu tersebut adalah segala sesuatu di dunia ini harus diraih dengan kerja keras. Hidup tanpa kerja adalah suatu pengandaian” .
       L.Ron Hubbard, dalam bukunya yang berjudul “The Problems of Work” menyatakan sebagai berikut:
§  “Anak orang kaya raya atau seorang janda kaya yang mendapat warisan, kedua-duanya sama-sama tidak perlu kerja. Tapi keadaan demikian itu tidak bisa dianggap baik.  Kalau kita ingin melihat orang-orang  yang menderita  sakit syaraf atau orang-orang yang tolol dalam masyarakat kita, temuilah orang-orang yang tidak bekerja atau tidak bisa bekerja. Kalau kita selidiki latar belakang kehidupan seorang penjahat, maka akan kita temukan faktor “ketidak mampuan untuk bekerja”.
§  Hidup tanpa kerja, bukanlah hidup yang sebenarnya. Tidak ada satupun mahluk Tuhan di planet bumi ini yang menjalani kehidupan tanpa kerja. Anda mungkin pernah membaca cerita kisah mitologi Yunani, tentang Raja Midas yang meminta kepada dewa Zeus agar segala yang disentuhnya berubah menjadi Emas, agar ia menjadi raja yang kaya raya.
Inilah Kisahnya:
“Raja Midas ingin kaya raya secara cepat, tanpa harus bersusah paya dan tanpa bekerja keras. Keinginan raja Midas itu terpenuhi, dan pada gilirannya, apa saja yang disentuhnya berubah menjadi emas, mulai dari pakaian, makanan, sampai isteri dan anaknya yang memeluknya semuanya berubah menjadi emas. Akhirnya kisah raja Midas sangat tragis dan sangat memilukan. Nafsu memiliki harta kekayaan tanpa bekerja membuat dirinya tidak dapat makan, minum, dan tidak dapat merasakan kehnagatan cinta kasih anak dan isterinya. Keinginan memiliki harta tanpa kerja telah membawa cucuran air mata kepedihan dan kekecvewaan, karena segala sesuatu berubah menjadi emas, buka kenikmatan, kelezatan dan kesejahteraan yang ia peroleh melainkan kesengsaraan dan penderitaan yang dialaminya.

§  Sebagai pelajar, bekerja merupakan sarana mengamalkan ilmu pengetahuan yang kita telah pelajari di bangku sekolah. Bekerja merupakan aplikasi, implementasi ataupun aktualisasi dari konsep, teori ataupun semangat ilmu pengetahuan. Albert Einstein mengatakan bahwa yang namanya Jenius itu 99 % keringat dan yang 1 % inspirasi.
§  Kerja dalah sarana untuk menunjukkan arti kehadiran. Sarana untuk memperlihatkan kemampuan. Bahkan dalam agama, kerja dipandang sebagai sarana untuk menunjukkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Lalu bagaimana dengan orang yang tidak bekerja ? Tentu, kehadiran mereka tidak diapresiasi secara baik. Kemampuan mereka tidak diketahui orang. Bahkan kualitas keimanan dan ketaqwaan merekapun dipertanyakan.
§  Rasulullah Muhammad SAW, bersabda bahwa “ilmu yang tidak diamalkan laksana pohon yang tidak berbuah”. Lalu apa artinya keletihan dan waktu yang terbuang untuk menanam dan memilihara pohon tersebut , jika pada saat yang diinginkan untuk panen ternyata pohon tersebut tidak menghasilkan buahnya ??.. Tentu sang petani akan kecewa. Demikian pula halnya, Para peserta didik yang telah membuang biaya yang banyak dan waktu yang cukup lama dari TK/RA,SD/MI,SMP/MTs,SMA/MA/SMK bahkan sampai ke Perguruan Tinggi nanti, ternyata pada saat yang diinginkan untuk bekerja peserta didikku tidak mendapatkan kesempatan atau tidak mau bekerja atau menekuni profesinya.
§   Ingat tujuan akhir dari proses studi Anda adalah memiliki profesi atau pekerjaan yang akan menopang kesehteraan hidup anda secara layak. Meskipun rumusan seperti itu tidak disetujui oleh sebagai orang, karena dianggap terlalu pragmatis dan sederhana, tetapi kenyataan hidup menunjukkan bahwa orang yang tidak memiliki pekerjaan dan karir akan menghadapi banyak masalah dalam kehidupannya. Sebaliknya orang yang memiliki pekerjaan dan menjalani karir tertentu, hidupnya lebih dinamis dan teratur dari pada orang yang tidak memilikinya.
Demikian tulisan ini, untuk aku persembahkan kepada peserta didikku khususnya siswa/i Madrasah Aliyah Yaspib Bitung semoga dapat memotivasi anda untuk lebih banyak berbuat untuk menyongsong masa depanmu yang lebih baik dan terarah.

Rabu, 11 Mei 2011

Kemampuan Menganalisa dalam Pembelajaran


Kemampuan Menganalisis dalam Pembelajaran
Kemampuan menganalisis dapat diartikan sebagai kemampuan individu untuk menentukan bagian-bagian dari suatu masalah dan menunjukkan hubungan antar-bagian tersebut, melihat penyebab-penyebab dari suatu peristiwa atau memberi argumen-argumen yang menyokong suatu pernyataan.
Kemampuan menganalisis merupakan salah satu kemampuan kognitif tingkat tinggi  yang penting untuk   dikuasai siswa dalam pembelajaran. Secara rinci Bloom mengemukakan tiga jenis kemampuan analisis, yaitu :
1. Menganalisis unsur:
  • Kemampuan melihat asumsi-asumsi yang tidak dinyatakan secara eksplisit pada suatu pernyataan
  • Kemampuan untuk membedakan fakta dengan hipotesa.
  • Kemampuan untuk membedakan pernyataan faktual dengan pernyataan normatif.
  • Kemampuan untuk mengidentifikasi motif-motif dan membedakan mekanisme perilaku antara individu dan kelompok.
  • Kemampuan untuk memisahkan kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang mendukungnya.
2. Menganalisis hubungan:
  • Kemampuan untuk melihat secara komprehensif interrelasi antar ide dengan ide.
  • Kemampuan untuk mengenal unsur-unsur khusus yang membenarkan suatu pernyataan.
  • Kemampuan untuk mengenal fakta atau asumsi yang esensial yang mendasari suatu pendapat atau tesis atau argumen-argumen yang mendukungnya.
  • Kemampuan untuk memastikan konsistensinya hipotesis dengan informasi atau asumsi yang ada.
  • Kemampuan untuk menganalisis hubungan di antara pernyataan dan argumen guna membedakan mana pernyataan yang relevan mana yang tidak.
  • Kemampuan untuk mendeteksi hal-hal yang tidak logis di dalam suatu argumen.
  • Kemampuan untuk mengenal hubungan kausal dan unsur-unsur yang penting dan yang tidak penting di dalam perhitungan historis.
3. Menganalisis prinsip-prinsip organisasi:
  • Kemampuan untuk menguraikan antara bahan dan alat
  • Kemampuan untuk mengenal bentuk dan pola karya seni dalam rangka memahami maknanya.
  • Kemampuan untuk mengetahui maksud dari pengarang suatu karya tulis, sudut pandang atau ciri berfikirnya dan perasaan yang dapat diperoleh dalam karyanya.
  • Kemampuan untuk melihat teknik yang digunakan dalam meyusun suatu materi yang bersifat persuasif seperti advertensi dan propaganda.
Terkait dengan perumusan tujuan pembelajaran, di bawah ini disajikan tabel beberapaKata Kerja Operasional, yang berhubungan dengan pencapaian kemampuan analisis siswa dalam pembelajaran.
Menganalisis
Mengaudit
Memecahkan
Menegaskan
Mendeteksi
Mendiagnosis
Menyeleksi
Merinci
Menominasikan
Mendiagramkan
Megkorelasikan
Merasionalkan
Menguji
Mencerahkan
Menjelajah
Membagankan
Menyimpulkan
Menemukan
Menelaah
Memaksimalkan
Memerintahkan

Mengedit
Mengaitkan
Memilih
Mengukur
Melatih
Mentransfer

Sabtu, 07 Mei 2011

Belajar Untuk Memahami


Pemikiran Bloom tentang taksonomi perilaku telah menjadi rujukan penting dalam pembelajaran, terutama berkaitan dengan tujuan dan hasil belajar siswa. Salah satu bentuk hasil belajar dalam ranah kognitif adalah diperolehnya kemampuan untuk dapat memahami sesuatu.
Memahami atau dapat juga disebut dengan istilah mengerti merupakan kemampuan mental intelektual untuk mengorganisasikan materi yang telah diketahui. Temuan-temuan yang didapat dari mengetahui seperti definisi, informasi, peristiwa, fakta disusun kembali dalam struktur kognitif yang ada.
Temuan-temuan ini diakomodasikan dan kemudian berasimilasi dengan struktur kognitif yang ada, sehingga membentuk struktur kognitif baru. Tingkatan dalam memahami ini meliputi :
§  Kemampuan Translasi yaitu kemampuan mengubah simbol tertentu menjadi simbol lain tanpa perubahan makna. Misalkan simbol dalam bentuk kata-kata diubah menjadi gambar, bagan atau grafik;
§  Kemampuan Interpretasi yaitu kemampuan menjelaskan makna yang terdapat dalam simbol, baik dalam bentuk simbol verbal maupun non verbal. Seseorang dapat dikatakan telah dapat menginterpretasikan tentang suatu konsep atau prinsip tertentu jika dia telah mampu membedakan, memperbandingkan atau mempertentangkannya dengan sesuatu yang lain. Contoh sesesorang dapat dikatakan telah mengerti konsep tentang “motivasi kerja” dan dia telah dapat membedakannya dengan konsep tentang ”motivasi belajar”; dan
§  Kemampuan Ekstrapolasi; yaitu kemampuan melihat kecenderungan, arah atau kelanjutan dari suatu temuan. Misalnya, kepada siswa dihadapkan rangkaian bilangan 2, 3, 5, 7, 11, dengan kemapuan ekstrapolasinya tentu dia akan mengatakan bilangan ke-6 adalah 13 dan ke-7 adalah 19. Untuk bisa seperti itu, terlebih dahulu dicari prinsip apa yang bekerja diantara kelima bilangan itu. Jika ditemukan bahwa kelima bilangan tersebut adalah urutan bilangan prima, maka kelanjutannnya dapat dinyatakan berdasarkan prinsip tersebut.
Berkaitan dengan kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran, dalam rangka pencapaian kemampuan memahami, terdapat beberapa Kata Kerja Operasional yang bisa digunakan, di antaranya seperti tampak dalam tabel berikut ini:


Memperkirakan
Menjelaskan
Mengkategorikan
Mencirikan
Merinci
Mengasosiasikan
Membandingkan
Menghitung
Mengkontraskan
Mengubah
Mempertahankan
Menguraikan
Menjalin
Membedakan
Mendiskusikan
Menggali
Mencontohkan
Menerangkan
Mengemukakan
Mempolakan
Memperluas
Menyimpulkan
Meramalkan
Merangkum
Menjabarkan

Agar tujuan-tujuan tersebut bisa tercapai dan siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik, tampaknya kita bisa mengikuti anjuran dari kelompok konstruktivis, yaitu dengan menerapkan beberapa konsep pembelajaran mutakhir. Dari segi materi, penerapan konsep pembelajaran kontekstual tampaknya bisa menjadi alternatif. Siswa dibelajarkan materi pelajaran yang bermakna dan problematis, dikaitkan dengan kehidupan nyata sehari-hari. Sementara dari strategi, penerapan konsep pembelajaran aktif tampaknya bisa dijadikan sebuah pilihan. Siswa diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk aktif secara sosio-psiko-fisik dalam mengkonstruksi pemahamannya.
Semoga bermanfaat !!!

Rabu, 13 April 2011

Belajar Kebiasaan Yahudi yang Unggul dalam Kecerdasan


Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, Apakah ini untuk anak kamu?
Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),
ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.
Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Quran. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi Goblok!kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.

Lihat saja Indonesia, katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?
Semoga bermanfaat !!!

Rabu, 06 April 2011

Download Materi dan Soal UN SD/MI,SMP/MTs DAN SMA/MA/SMK

Dalam menghadapi UN 2011 yang paket soalnya terdiri dari 5 paket, maka untuk membantu siswa khususnya kelas UJIAN AKHIR bersama ini kami berikan materi-materi dan soal-soal yang sering keluar pada UN. Silahkan anda download pada link di bawah ini:


SKL 1 : Tentang Nilai dan Norma

SKL 2 : Tentang Sosialisasi

SKL 3 : Tentang Perilaku Menyimpang


Di bawah ini bukan bocoran soal UN 2011 ataupun kisi-kisi UN 2011 tapi bisa dijadikan referensi untuk belajar dan memprediksi sendiri soal-soal UN 2011. Anda tahu sendiri kalau soal-soal UN itu selalu berulang-ulang dari tahun ke tahun dan hampir sama walaupun hanya diganti dengan angka atau kata yang berbeda. Saya sediakan kumpulan soal-soal ini untuk bahan persiapan UN 2011 untuk dipelajari. jangan lupa kasih comment wat blog ini kalau mw di update.kalo ga ya,malez ah nyari lagi..maaf kalo ada link yang udah mati.


Prediksi dan bocoran uan 2011
1. Tingkat SD :

2. Tingkat SMP :
3. Tingkat SMU :

Soal-Soal Baru :
1. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
2. Sekolah Menengah Keatas (SMA) dan Madrasah Aliyah MA
Ada lagi nih:
1. Soal UN SD
2. Soal UN SMP
3. Soal UN SMA
4. Soal UN SMK
——————————————————————————————————————————————————————–

Download Soal UN SD Terbaru


Download Bocoran UNAS

-
PREDIKSI UJIAN  NASIONAL 2010
(TERBARU)
SILAHKAN DIPELAJARI DAN DIDOWNLOAD
PREDIKSI UASBN SD 2010
PEMBAHASAN UNAS SMA
PEMBAHASAN KIMIA
PEMBAHASAN FISIKA
PEMBAHASAN MATEMATIKA
PREDIKSI UNAS SMP  2010
PREDIKSI UNAS SMA 2010
BAHASA INGGRIS
SMA IPA
MATEMATIKA
FISIKA
KIMIA
BIOLOGI
SMA IPS
EKONOMI
GEOGRAFI
SOSIOLOGI
MATEMATIKA IPS

SOAL -  SOAL MATEMATIKA TERLENGKAP
LATIHAN UJIAN NASIONAL 2010
MATEMATIKA IPA dari tahun 1986 s.d 2007
MATEMATIKA IPS Tahun 1986 s.d 2000
BAHASA INDONESIA Tahun 1986 s.d 2006
BAHASA INGGRIS Tahun 1986 s.d 2006
FISIKA Tahun 1986 s.d 2006
KIMIA Tahun 1986 s.d 2006
BIOLOGI Tahun 1986 s.d 2006
EKONOMI Tahun 1986 s.d 2006
GEOGRAFI Tahun 2005 s.d 2006
SEJARAH Tahun 1998 s.d 2006
SOSIOLOGI Tahun 1986 s.d 2006

KUMPULAN SOAL-SOAL EBTANAS, UAN (UN), SMK

Berikut adalah kumpulan soal-soal UAN SMK Tahun 2004:

KUMPULAN SOAL-SOAL EBTANAS, UAN (UN), SMP

Berikut ini adalah Kumpulan Soal -soal UAN SMP Tahun 2003:
Berikut ini adalah Kumpulan Soal -soal UAN SMP Tahun 2004:
Berikut ini adalah Kumpulan Soal -soal UAN SMP Tahun 2005:

KUMPULAN SOAL-SOAL EBTANAS, UAN (UN), SD

MATEMATIKA SDTahun 1996 s.d 2000